MEMBUAT BANDENG TANPA DURI

Daging bandeng sangat lezat. Namun, saat disantap jadi merepotkan karena durinya. Selama ini, untuk menikmati bandeng tanpa terganggu duri dengan cara dipresto. Kini ada produk bandeng tanpa duri dan tanpa dipresto. Untuk menghilangkan duri bandeng yang begitu banyak dan terpencar letaknya, ternyata cara satu-satunya adalah dicabuti satu per satu.

Produk ini memiliki prospek yang bagus. Pesanan terus mengalir untuk menyuplai supermarket di Jakarta dan sekitarnya bahkan diekspor ke Amerika Serikat. Bandeng tanpa duri yang pertama kali di Semarang bahkan mungkin di Indonesia.

Produk semacam ini sudah sangat terkenal di luar negeri utamanya Eropa dan Amerika serikat. Kebanyakan negara tersebut mengimpor dari Philipina dan Thailand. Salah seorang pelopor usaha ini adalah Mulyono yang berasal dari semarang Jawa Tengah. Beliau mengawali bisnisnya berdasarkan info dari saudaranya yang tinggal di luar negeri.

Pengolahan bandeng tanpa duri merupakan salah satu proses pengolahan diversifikasi produk perikanan, terutama produk perikanan dari bahan baku ikan bendeng. Adapun cara Pengolahannya cukup sederhana.

Jika bandeng mempunyai cita rasa yang spesifik dan banyak digemari oleh masyarakat banyak namun dibalik prospek tersebut ikan bandeng mempunyai kelemahan yaitu terdapatnya duri-duri yang banyak yang tersebar diseluruh bagian daging.

Untuk mengantisipasi dari kendala-kendala diatas maka prosespengolahan bandeng tanpa duri merupakan altematif yang sangat tepat. Berikut cara pengolahan bandeng tanpa duri :

I. Bahan
Ikan bandeng segar
Air, Es
Kantong Plastik
Talenan
Pisau
Pinset
Bak pencucian
Alat pembuang sisik
Wadah plastik
Timbangan

II. Cara Pengolahan

A. Pembuangan Sisik
· Apabila pengolahan Bandeng tanpa duri ini untuk kepertingan pengolahan lanjutan yang masih memerlukan adanya sisik, maka pembuangan sisik tidak dilakukan.

· Apabila dalam pengolahan lanjutan tidak diperlukan adanya sisik maka cara pembuangan sisik dengan dikerok dari pangkal ekomya menuju ke bagian kepala dengan alat pisau atau pembuang sisik (khusus).

B. Pembelahan (Fillet)

Teknik pembelahan dengan cara menyayat bagian punggung ikan dengan menggunakan alat pisau. Penyayatan dimulai dari bagian ekor sampai dengan membelah kepala dan selanjutnya pembuangan isi perut
serta insang.

C. Pencucian

Ikan yang telah difillet dicuci bersih dengan menggunakan air bersih untuk menghilangkan sisa darah, lemak maupun kotoran yang masih menempel.

D. Pembuangan Duri
· Buang tulang punggung dengan menggunakan pisau dari bagian ekor
hingga bagian kepala.

· Cabut tulang-tulang dari permukaan dinding perut, pada bagian
perut terdapat 16 pasang tulang besar.

· Buat irisan memanjang pada guratan daging punggung bagian
tengah dan bagian perut dengan menggunakan ujung pisau. Irisandilakukan dengan hati-hati agar duri-duri tidak terputus,selanjutnyapencabutan duri dilakukan dengan cara memasukkan ujung pinset pada bagian irisan tersebut, kemudian dilakukan pencabutan satu persatu,pada bagian punggung terdapat 42 pasang duri bercabang yang berada di dalam daging dekat kulit luar. Sepanjang lateral line terdapat 12 pasang duri cabang, sedangkan di bagian perut terdapat 12 pasang duri.

· Rendemen ikan bandeng yang telah dibuang durinya sebesar 70-80%.

III. Pengemasan

Agar mempunyai daya awet yang lebih lama maka ikan bandeng segera mungkin didinginkan dengan menyimpan ke dalam wadah dan diberi es. Untuk menjaga agar ikan tidak berkontak langsung dengan es maka ikan dimasukkan ke dalam kantong plastik yang ditutup dengan sealer.

beberapa foto dari internet :









































ANEKA RESEP MASAKAN IKAN BANDENG

ANEKA RESEP MASAKAN IKAN BANDENG :

1. RESEP MASAKAN BANDENG BAKAR BUMBU

Bahan:
425 gram ikan bandeng, cuci bersih
1 sendok teh air jeruk nipis
2 sendok teh gula merah
1 sendok teh garam
50 cc air
2 sendok makan minyak goreng
5 siung bawang putih, haluskan
1 sendok teh ketumbar bubuk
½ sendok teh jintan

Cara Membuat Resep Masakan Bandeng Bakar Bumbu :
Lumuri ikan banding dengan air jeruk nipis, gula, ketumbar, jinten, garam. Diamkan 20 menit
Tambahkan bawang putih dan air, diamkan 1 jam
Olesi minyak goreng
Bakar diatas bara hingga matang, angkat
Hidangkan
(Untuk 4 porsi)


2. Resep Bandeng Presto

Bahan:
1 kg (2 ekor) bandeng segar, buang insang dan isi perutnya
1 sdm ragi tapai, haluskan
2 sdm garam
3 sdm air asam Jawa
10 lembar daun salam
10 cm lengkuas, iris, memarkan
2,5 liter air

Bumbu, haluskan:
14 butir bawang merah
7 siung bawang putih
4 cm jahe
4 cm kunyit
1 cm garam

Cara membuat:
Sayat bagian perut bandeng. Cuci bersih bandeng lalu tiriskan.
Lumuri bandeng dengan ragi dan garam. Diamkan selama 1 jam.
Olesi bandeng dengan bumbu halus hingga rata.
Taruh bandeng berbumbu di atas keranjang mesin. Beri daun salam dan lengkuas.
Masak hingga matang. Masak selama sekitar 30 menit.
Angkat dan tiriskan.



3. RESEP MASAKAN SATE BANDENG ALA BANTEN

Bahan:
2 ekor bandeng @ 300 gram
1 sendok makan poya kelapa
50 ml santan kental
3 sendok makan minyak goreng untuk mengoles
3 sendok makan minyak goreng untuk menumis
5 siung bawang merah, iris
3 siung bawang putih, iris
½ sendok makan ketumbar bubuk
½ sendok teh lada
½ sendok teh terasi
2 lembar daun jeruk
½ sendok teh garam
Bambu buat mengapit ikan secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Sate Bandeng Ala Banten:
Bersihkan bandeng, insang dan kotorannya lewat insang (jangan merobek perut ikan).
Kemudian pukul-pukul perut ikan dengan punggung pisau hingga ikan memar, patahkan duri ikan dibagian ekor kemudian tarik durinya melalui lubang insang dan ambil dagingnya. Buang duri halusnya.
Campur daging ikan dengan poya kelapa, Santan kental, ketumbar, lada dan garam. Aduk rata.
Goreng bawang merah, bawang putih hingga kekuningan, masukkan terasi. Terus kan menggoreng hingga kecoklatan. Angkat. Haluskan beserta minyak goreng. Campurkan kedalam adonan daging banding, aduk rata.
Masukkan makanan kedalam rongga kulit ikan melalui insang hingga menyerupai ikan semula. Lakukan pada kedua ikan.
Gapitkan ikan isian ke bumbu dari kepala hingga ekor. Lumuri kulit ikan dengan minyak goreng dan garam, bungkus dengan daun
Bakar hingga ikan matang kecoklatan.
Hidangkan dengan sambal dan lalap.


4. RESEP MASAKAN BANDENG ASAM MANIS

Bahan:
1 kg ikan bandeng, potong-potong
1 sendok teh garam
3 siung bawang putih, haluskan
75 cc air
½ buah bawang Bombay, potong ½ lingkaran tipis
2 sendok makan saus tomat
¼ sendok teh lada bubuk
2 buah tomat, cincang
1 sendok teh garam
1 sendok makan air jeruk nipis
150 cc air
½ sendok teH gula pasir
Minyak goreng secukupnya

Cara Membuat Resep Masakan Bandeng Asam Manis:
Bandeng lumuri dengan garam, diamkan 15 menit. Goreng sampai matang. Sisihkan
Tumis bawang putih dan bawang Bombay hingga harum, masukkan tomat, saus tomat, lada, garam, air jeruk nipis. Aduk rata, masukkan air. Aduk rata, masak sampai mendidih, angkat
Siramkan saus ke atas banding
Hidangkan
(Untuk 8 porsi)


5. RESEP MASAKAN PINDANG IKAN BANDENG

Bahan:
1 ekor ikan bandeng, bersihkan, potong-potong
2 papan petai
1 buah tpmat, potong-potong
15 buah cabai rawit
6 lembar daun salam
8 sendok makan kecap manis
3 sendok makan kecap asin
½ sendok teh garam
500 ncc air

Bumbu yang dibakar:
5 butir bawang merah
1 buah cabai merah besar
6 cm kunyit
10 gram asam jawa

Cara Membuat Resep Masakan Pindang Ikan Bandeng:
Air, kecap manis, kecap asin, garam, cabai rawit, daun salam, tomat, petai dan bumbu-bumbu yang telah dibakar dicampur jadi satu. Masak hingga mendidih.
Masukkan ikan banding. Masak hingga ikan matang
Angkat, hidangkan.

(Untuk 5 porsi)

6. Resep Makanan BANDENG BUMBU BALI

Bahan:

- 2 ekor banding (700 gram)
- 2 ruas kunyit
- 8 buah cabai merah dihaluskan
- 4 butir kemiri dihaluskan
- 1 ruas jahe dihaluskan
- 7 siung bawang merah, dihaluskan
- 2 siung bawang putih, dihaluskan
- 1 batang serai dimemarkan
- Garam dan gula merah sesuai selera
- 3 sendok makan kecap manis

Cara membuat:

1. Bersihkan dan potong ikan sesuai selera. Lumuri garam dan kunyit yang
dihaluskan bersama. Diamkan selama 15 menit baru digoreng sampai matang dan
berwarna kecokelatan. Tiriskan.
2. Tumis bumbu yang dihaluskan bersama serai sampai harum. Tambahkan 100 cc
air, tomat, kecap, garam dan gula merah
3. Setelah kental masukkan ikan gorengan diatas. Aduk dan segera angkat dari api.
(Porsi 6 orang)

7. RESEP MASAKAN LOUDE PURU

Bahan:

1 kg ikan bandeng yang segar
Garam
Air jeruk nipis
5 siung bawang merah, iris tipis
10 buah cabai rawit, iris tipis
2 buah cabai merah, iris tipis
Air jeruk nipis

Cara Membuat Resep Masakan Loude Puru:

Siangi ikan bandeng, buang isi perut dan insangnya, sisiknya jangan dibuang
Buatlah gurat-guratan pada badan ikan, lumuri dengan sedikit garam dan air jeruk nipis
Panggang diatas bara api hingga ikan matang, angkat dan sisihkan
Bawang merah, cabai rawit, cabai merah remas dengan air garam dan air jeruk nipis secukupnya hingga rasanya cukup asin dan asam
Hidangkan bersama ikan panggang

Satai bandeng, makanan khas Serang yang digemari sampai Belanda

Satai Bandeng

Jika Anda lewat Kabupaten Serang, Banten, jangan lupa untuk membeli satai bandeng khas Serang. Melihat namanya, satai ini jelas berbahan baku ikan bandeng. Rasa dan rupa satai ini khas dan menjadi santapan nan nikmat untuk menemani nasi yang hangat.

Satai bandeng adalah salah satu makanan khas Kabupaten Serang, Banten. Satai yang terbuat dari daging ikan bandeng segar dengan bumbu ketumbar, bawang goreng, gula pasir, gula merah, santan, dan garam ini mirip dengan satai lilit khas Bali.

Satai bandeng banyak dijual di sepanjang Jalan Ahmad Yani, Serang Timur. Harga setiap satai bandeng berkisar antara Rp 15.000 sampai Rp 25.000, tergantung ukurannya.

Salah satu pengusaha satai bandeng di Serang adalah Hj. Mariyam yang berlokasi di Kaujon Tengah. Meneruskan usaha turun-temurun, Mariyam mulai menggeluti usaha pembuatan satai bandeng sejak 1970.

Kelezatan racikan satai bandeng Hj. Mariyam sudah kondang. Bahkan, satai bandeng bikinannya pernah menjadi juara II lomba UKM Provinsi Banten pada 2008 lalu. Menurut si empunya usaha, kelezatan satai bandeng Mariyam juga terkenal sampai Belanda.

Dibantu 10 anaknya dan tiga pegawai, saban hari, Mariyam sanggup mengolah 75 kilogram (kg) ikan bandeng segar menjadi 225 tusuk satai bandeng. Saat Lebaran, volume produksi meningkat hingga menjadi 400 tusuk satai bandeng. “Puasa dan Lebaran paling ramai,” kata nenek berusia 88 tahun ini.

Satai bandeng Mariyam dijual dengan harga Rp 20.000 per tusuk. Oleh karena itu, setiap Mariyam tiap hari bisa mengantongi omzet rata-rata Rp 4,5 juta. Nilai omzet meningkat hingga Rp 8 juta per hari saat menjelang Lebaran. Keuntungan yang didapat sekitar 30% dari omzet.

Usaha pembuatan satai bandeng juga digeluti oleh Aliyah di Lopang Gede, Serang. Setiap hari dia mampu memproduksi sekitar 50 kg ikan bandeng segar menjadi 100 tusuk satai bandeng. Produksinya naik menjadi 150 tusuk saat menjelang Lebaran. Dengan produksi tersebut, di hari biasa, Aliyah bisa mengantongi omzet rata-rata Rp 3 juta.

Satai bandeng buatan Aliyah tak hanya dipasarkan di sekitar Serang atau Banten saja, namun telah merambah kota-kota di Jabodetabek. Dua minggu sekali, dia mengirimkan setidaknya 100 tusuk satai bandeng ke salah satu pasar swalayan di Jalan MT Haryono, Jakarta. Selain itu, Aliyah mengaku konsumennya juga datang dari luar negeri, seperti dari Belanda dan Malaysia.

Jika Mariyam menjual tiap tusuk satai bandengnya seharga Rp 20.000, Aliyah menawarkan harga lebih tinggi, yakni Rp 30.000 per tusuk. Selain memang lezat, satai bandeng buatan Aliyah dikemas lebih modern dengan kotak bertutup transparan. Adapun kemasan satai bandeng lain biasanya hanya dibungkus daun pisang atau kertas koran. “Kemasan saya beda. Saya juga selalu memilih ikan bandeng segar dan besar,” katanya.

Baik Mariyam maupun Aliyah mengaku hanya menggunakan bumbu tradisional untuk membumbui satai bandeng. Walau begitu, satai bandeng buatan mereka ini mampu bertahan hingga empat hari. “Saya tidak pakai pengawet dan campuran terigu untuk membuat satai bandeng ini, sehingga tidak bau dan tidak mudah basi,” cerita Mariyam.

Sebagai makanan banyak penggemar, usaha pembuatan satai bandeng kini semakin marak di Serang. Karena itulah persaingan antarpengusaha juga menjadi kian sengit.

sumber : http://peluangusaha.kontan.co.id/news/satai-bandeng-makanan-khas-serang-yang-digemari-sampai-belanda-1/2011/09/14


Tips Memilih dan Mengolah Ikan Bandeng

Cara tepat memilih Ikan Bandeng dan Tips sebelum pengolahannya :

  1. Pilihlah bandeng yang masih segar dengan ciri : Baunya masih segar, khas aroma ikan, sisiknya masih utuh dan kuat melekat pada badan ikan, matanya bening dan menonjol, insangnya berwarna merah hingga merah tua dan tak beraroma, daging badannya elastis ( jika ditekan, akan kembali ke bentuk semula ).
  2. Sebelum dimasak, cuci ikan bandeng sampai bersih di bawah air mengalir agar ikan bandeng benar-benar bersih. Hal tersebut dilakukan karena kotoran ikan bandeng dapat larut dalam daging.
  3. Jika ternyata ikan bandeng yang dibeli berbau lumpur, hilangkan saja bau tersebut dengan cara mencuci ikan bandeng hingga bersih, lalu oleskan cuka ke seluruh permukaan bandeng. Diamkan bandeng selama kurang lebih 20 menit. Cuci kembali hingga bersih, ikan baru dapat diolah.
Name:  mengolahbandeng.jpeg Views: 43 Size:  11.4 KB
sumber : resepmasakanindonesia.info

"Sensasi Bandeng Laut"

"Sensasi Bandeng Laut" ImageBandeng adalah jenis ikan yang tak asing bagi masyarakat. Ikan yang menjadi salah satu makanan favorit ini, memiliki rasa yang lezat, meski banyak durinya. Harga bandeng termasuk tinggi, apalagi saat-saat tertentu seperti tahun baru imlek.

Budidaya bandeng tidak hanya dilakukan di kolam air payau. Bandeng juga bisa hidup di air laut. bahkan bandeng laut memiliki sejumlah keunggulan seperti rasa dagingnya yang lebih gurih dan ukurannya lebih besar.

Tak heran kini banyak budidaya bandeng laut seperti yang dilakukan di kawasan Kepulauan Seribu, Jakarta Utara yang mampu memanen 400 kilogram bandeng perhari. Budidaya bandeng laut ini dalam waktu enam bulan dapat menghasilkan ikan dengan beragam ukuran mulai 300 gram per ekor hingga ukuran jumbo dengan bobot lima kilogram per ekor.

Budidaya bandeng cukup menjajikan karena harga bandeng laut lebih tinggi dibanding bandeng air payau atau tawar. Ikan berukuran antara 300 gram dan 500 gram dijual dengan harga 35 ribu rupiah sampai 50 ribu rupiah perkilogram. Harga ini bisa mencapai dua kali lipat pada saat tertentu seperti saat tahun baru imlek.

Bagi masyarakat Tionghoa, ikan ini selalu dicari saat perayaan tahun baru imlek. Dengan teknik cabut duri, bandeng ini menjadi komoditas yang semakin digemari. Masyarakat pun dimanjakan dengan kelezatan bandeng tanpa was-was akan tertusuk duri yang jumlahnya mencapai 150 ruas dalam daging seekor bandeng.

Banyak faktor yang harus diperhatikan dalam budidaya bandeng laut diantaranya benih yang berkualitas, jairng keramba yang kuat, serta kebersihan dan keamanan keramba. Ikan pun perlu perawatan jika diketahui ada yang terluka karena berbagai factor. Dengan pengawasan dan perawatan yang ketat, tempat budidaya ini mampu menghasilkan seribu ekor lebih bandeng atau setengah ton setiap harinya.

Sesampainya di tempat tujuan, produk bandeng laut cabut duri ini sudah ditunggu pemesan yang kebanyakan pengelola rumah makan. Bandeng laut bisa disajikan menjadi beragam jenis makanan, salah satunya adalah bandeng bakar kecap. Cara memasaknya pun cukup mudah. Setelah dipotong-potong, daging bandeng dibakar selama 15 menit sambil diolesi kecap sesuai selera. Bandeng tanpa duri ini menjadi sajian menarik dan bercita rasa tinggi. Selain itu bandneg juga mengandung omega tiga yang bermanfaat bagi kesehatan otak.

Bagaimana cara budidaya ikan bandeng di laut? Apa saja kendala dan mengatasinya? Serta bagaimana prospek usaha dan kelezatan ikan bandeng laut? Ikuti program Jendela.

Tayang Sabtu, 5 Februari 2011 Pukul 11:00 WIB.

ImageImage

sumber : http://news.mnctv.com

tambahan buat yang penasaran bandeng laut :


cara budidaya ikan bandeng














Ikan bandeng memiliki bentuk tubuh luar yang memanjang dan agak pipih seperti torpedo dan dilengkapi sirip-sirip untuk berenang. Sirip ekor relatif besar dan berbentuk cagak. Sisik-sisik kecil dan berwarna putih keperakan. Bagian punggung berwarna hijau keperakan, sedangkan bagian perutnya putih keperakan. Termasuk ikan bertulang keras, dagingnya berwarna putih susu dan strukturnya padat dengan duri halus yang banyak terdapat diantara dagingnya.
Komposisi daging ikan bandeng segar mengandung protein sebesar 19,73%, lemak 4,05%, air 77,76% dan abu 1,23%. Selain itu bandeng segar mengandung kalsium 20,0 mg, fosfor 150,0 mg, ferum 2,0 mg, vitamin A 150,0 SI dan vitamin B-1 0,05 mg.
Tipe ikan berdasarkan kandungan protein dan lemaknya
Tipe
Ciri-ciri
Protein (%)
Lemak (%)
A
B
C
D
E
Protein tinggi, lemak rendah
Protein tinggi, lemak sedang
Protein rendah, lemak tinggi
Protein sangat tinggi, lemak rendah
Protein rendah, lemak rendah
15-20
15-20
< 15
> 20
< 15
< 5
5-15
>15
< 5
< 5
Berdasarkan penggolongan tersebut maka ikan bandeng termasuk ke dalam tipe A, mengandung kadar protein tinggi dan kadar lemak rendah.
Ikan Bandeng termasuk termasuk ikan yang menghuni dan mencari makan di bagian permukaan perairan (pelagic), karena itu benih ikan bandeng (nener) banyak terdapat di perairan pantai yang juga merupakan tempet perkembangbiakannya. Telur ikan yang matang gonad bergaris tengah rata-rata sekitar 1,2-1,3 mm, menetas dalam 25 sampai 35 jam setelah dibuahi, kemudian menjadi larva berukuran 5 mm yang akan terbawa arus ke perairan pantai atau muara-muara sungai yang salinitasnya lebih rendah dan berkembang sampai dewasa di lingkungan air payau.
Benih ikan bandeng umumnya disebut nener dan dibeberapa tempat ada yang menyebutnya sebagai anakan bandeng. Nener sebenarnya adalah larva dari ikan bandeng yang diperkirakan berumur sekitar 10-15 hari setelah penetasan. Nener ditangkap untuk dibudidayakan di tambak. Ukuran nener yang sering ditangkap di pantai pada umumnya antara 12-15 mm, hanya sebagian kecil saja yang berukuran 10 mm.
Toleransi nener terhadap perbedaan salinitas cukup besar yaitu dari 0 0/00 sampai dengan 40 0/00. Pada perubahan salinitas yang mendadak melebihi 40 0/00 sebagian nener mati. Sedangkan toleransi terhadap suhu dari 12 0C sampai 35 0C.
Dewasa ini perkembangan tehnologi pembenihan ikan mengalami kemajuan pesat, sehingga untuk keperluan budidaya nener tidak lagi hanya mengandalkan dari usaha penagkapan ikan.
Ikan bandeng termasuk jenis ikan herbivora dengan makanan utama berupa plankton dan lumut-lumutan. Pada waktu larva sampai dengan ukuran benih (nener) ikan ini akan bergantung pada fitoplankton dan zooplankton berukuran renik yang terdapat di permukaan laut, sedangkan di tambak nener dan glondongan bandeng memakan klekap (lab-lab), yaitu suatu kumpulan jasad renik nabati dan hewani yang tumbuh pada permukaan dasar tambak dan merupakan makanan alami.
Tersedianya makanan alami tergantung pada pemupukan tambak sebelum penebaran benih, selanjutnya pertumbuhan klekap dipengaruhi secara langsung oleh banyaknya kadar bahan organik dalam tanah.
Pola usaha Ikan Bandeng : Pembesaran.Sebagian besar usaha udang bandeng dilakukan di t.ambak. Dewasa ini tingkat pengelolaan pembesaran ikan bandeng beragam. Di wilayah pesisir yang banyak terdapat nener, masyarakat dapat membudidayakan bandeng dengan cara yang sederhana, yakni pada saat terjadi pasang, air laut dimasukkan ke dalam petakan tambak. Bersama dengan aliran air masuk pula benih ikan-ikan liar, termasuk diantaranya bandeng. Setelah masa pemeliharaan 6 bulan ikan dipanen. Pertumbuhan dan produksi ikan bandeng tidak dapat diperkirakan dengan baik, mengingat selama masa pemeliharaan tumbuh pula ikan lain yang bersifat penyaing maupun pemangsa.
Produktivitas yang lebih tinggi dicapai dengan pengelolaan benih, lingkungan dan pakan yang lebih baik. Dewasa ini petani umumnya sudah tidak lagi mengandalkan benih yang masuk bersama aliran air, tetapi sengaja menebar benih. Lingkungan perairan dipersiapkan melalui pemberantasan kompetitor dan predator dan penumbuhan pakan alami yang dirangsang dengan pemupukan. Dengan cara ini petani dapat menebar ikan sebanyak 3000 ekor per hektar dan setelah melewati masa pemeliharaan 5 bulan diperoleh hasil panen sebanyak 400-500 kg/ha per musim.
Penggunaan pakan untuk mengatasi kekurangan pakan alami dapat meningkatkan kepadatan ikan yang dapat dipelihara yang selanjutnya diikuti dengan peningkatan hasil panen. Pada pemeliharaan tanpa menggunakan kincir air petani dapat memungut hasil panen 2-3 ton/ha/musim, sedangkan dengan penambahan kincir bisa mencapai 5-7 ton/ha/musim. Kendatipun demikian penggunaan kincir tidak berkembang karena pengadaan kincir memerlukan tambahan investasi serta biaya operasional yang cukup besar, padahal tidak sejalan dengan hasil yang dicapai.
Kepadatan paling tinggi didapatkan pada budidaya bandeng di jaring apung, yakni mencapai 300-500 ekor per m² dengan hasil panen 79-125 kg per m² per musim.
Pada uraian selanjutnya dibahas usaha pembesaran ikan bandeng di tambak dan jaring apung di perairan tawar yang menggunakan pakan buatan. Pengembangan tehnik budidaya ini dapat meningkatkan produksi dan pendapatan petani melalui penerapan teknologi yang tidak terlampau jauh dari kemampuan mereka selama ini baik ditinjau dari segi teknis, sosial maupun ekonomis.
Usaha pembesaran terkait erat dengan usaha lainnya, yaitu pembenihan dan pendederan. Usaha pembenihan saat ini baru ditangani oleh lembaga pemerintah yang menghasilkan telur atau larva. Masyarakat membeli telur atau larva ini untuk didederkan hingga menghasilkan nener. Hubungan antara pembenihan, pendederan dan pembesaran ini digambarkan dalam Gambar. Sedangkan penjelasan usaha pembenihan dan pendederan dijelaskan pada tulisan di bawah ini.
peluang-usaha-bandeng-dua.gifpeluang-usaha-bandeng-dua.gif Usaha Pembenihan. Usaha pembenihan ikan bandeng diarahkan untuk menghasilkan benih ukuran 1,5 cm, yang dikenal sebagai nener. Selama ini pembenihan umumnya dilakukan atas kerjasama antara Lembaga Pemerintah, seperti Balai Penelitian Budidaya Pantai dan Balai Budidaya Air Payau, dengan masyarakat. mengingat kegiatan ini membutuhkan investasi dan biaya operasional yang besar dan tenaga trampil, terutama pada kegitan pemeliharaan induk hingga menghasilkan terlur/larva. Lembaga pemerintah menghasilkan telur atau larva, kemudian masyarakat menetaskan dan memeliharanya hingga menjadi nener.
Pemeliharaan induk. Pembenihan diawali dengan penyediaan induk yang biasanya didapat dengan menangkapnya dari laut. Ikan bandeng termasuk jenis ikan yang heteroseksual. Namun demikian masih sulit untuk membedakan antara bandeng jantan dan betina. Ikan bandeng betina matang kelamin terlihat adanya tiga buah lubang pada daerah dubur, yaitu berturut-turut dari bagian depan adalah lubang pembuangan kotoran (dubur), lubang pengeluaran telur (genital pore) dan lubang pembuangan air seni (urinary pore). Sedangkan pada ikan bandeng jantan matang kelamin terlihat dua buah lubang saja yaitu yang depan lubang pembuangan kotoran dan yang belakang lubang pengeluaran air seni dan sperma (urogenital pore).
Di hatchery induk – induk dipelihara di dalam bak khusus dengan ketinggian air 1,5 m dan volume mencapai 20-30m3. Kepadatan mencapai 1 induk (ukuran 4-5 kg) untuk setiap 2m3.
Selama pemeliharaan dilakukan pengelolaan rutin yang mencakup :
- Pemberian pakan yang berupa pelet berkadar proten 25%, sebanyak 2-3 % dari bobot ikan per hari dan diberikan 3 kali.
- Untuk menjaga kualitas air, air laut dialirkan terus menerus menggunakan pompa dengan pergantian 100-150% per hari. Disamping itu secara rutin kotoran yang berkumpul di dasar disiphon.
Setelah induk dapat menyesuaikan diri dengan lingkungan budidaya, ikan dirangsang untuk mencapai kematangan gonad melalui implantasi pelet hormon yang mengandung hormon LHRH dan 17 alpha methyltestosteron (masing-masing 250 dan 200 mg).
Selama masa pemeliharaan secara teratur dilakukan pemeriksaan terhadap kematangan kelamin induk. Implantasi diulang setiap satu bulan sekali hingga ikan ikan mencapai kematangan kelamin. Kematangan kelamin tercapai setelah diameter telur mencapai lebih dari 750 mm.
Pemijahan. Untuk merangsang pemijahan dilakukan penyuntikkan hormon LHRH cair ke dalam tubuh ikan dengan dosis 30-50mg per kg ikan. Segera setelah disuntik, induk dipindahkan ke bak pemijahan.
Bak pemijahan berupa bak beton bulat dengan ukuran diameter 8m dan tinggi 2m. Pada salah satu sisi bak ini terdapat pipa pelimpas air yang menghubungkan bak ikan dengan bak kolektor telur, yakni bak berukuran 60cm x60 cm yang dilengkapi dengan kotak kasa. Bak kolektor berfungsi menampung telur ikan bandeng yang hanyut bersama aliran air setelah terjadi pemijahan.
Pada malam hari induk ikan memijah. Dengan memanfaatkan arus air dalam tangki pemijahan, telur yang telah dibuahi dapat dikumpulkan dalam bak kolektor telur.
Pemanenan telur dari bak penampungan dapat dilakukan dengan menggunakan alat serok yang ukuran lubang kasanya 300 mikron . Telur yang terambil dipindahkan ke dalam akuarium volume 30-100liter, diareasi selama 15-30 menit dan didesinfeksi dengan formalin 40 % pada dosis 10 ppm selama 10-15 menit sebelum diseleksi. Sortasi telur dilakukan dengan cara meningkatkan salinitas air sampai 40 ppt dan menghentikan aerasi. Telur yang baik terapung atau melayang dan yang tidak baik mengendap. Persentasi telur yang baik untuk pemeliharaan selanjutnya harus lebih dari 50 %. Kalau persentasi yang baik kurang dari 50%, biasanya telur dibuang.
Telur yang baik hasil sortasi dipindahkan ke dalam bak penetasan dan pemeliharaan larva atau dipersiapkan untuk didistribusikan ke konsumen yang memerlukan yang masih berada pada jarak yang dapat dijangkau sebelum telur menetas ( ± 12 jam).
Penetasan dan pemeliharaan larva
Air media pemeliharaan larva yang bebas dari pencemaran, suhu 27-310 C salinitas 30 ppt, pH 8 dan oksigen 5-7 ppm diisikan kedalam bak tidak kurang dari 100 cm yang sudah dipersiapkan dan dilengkapi sistem aerasi dan batu aerasi dipasang dengan jarak antara 100 cm batu aerasi.
Pergantian air.Pada hari ke nol telur-telur yang tidak menetes, cangkang telur larva yang baru menetas perlu disiphon sampai hari ke 8-10 larva dipelihara pada kondisi air stagnan dan setelah hari ke 10 dilakukan pergantian air 10% meningkat secara bertahap sampai 100% menjelang panen.
Masa kritis dalam pemeliharaan larva biasanya terjadi mulai hari ke 3-4 sampai ke 7-8. Untuk mengurangi jumlah kematian larva, jumlah pakan yang diberikan dan kualitas air pemeluharan perlu terus dipertahankan pada kisaran optimal.
Nener yang tumbuh normal dan sehat umumnya berukuran panjang 12-16 mm dan berat 0,006-0,012 gram dapat dipelihara sampai umur 25 hari saat penampakan morfologisnya sudah menyamai bandeng dewasa.
Pemberian Makanan Alami. Larva umur 0-2 hari kebutuhan makananya masih dipenuhi oleh kuning telur sebagai cadangan makanannya. Hari kedua setelah ditetaskan diberi pakan alami yaitu chlorella dan rotifera.
Menjelang umur 2-3 hari atau 60-72 jam setelah menetas, larva sudah harus diberi rotifera (Brachionus plicatilis) sebagai makanan sedang air media diperkaya chlorella sp sebagai makanan rotifera dan pengurai metabolit.
Kepadatan rotifera pada awal pemberian 5-10 ind/ml dan meningkat jumlahnya sampai 15-20 ind/ml mulai umur larva mencapai 10 hari. Berdasarkan kepadatan larva 40 ekor/liter, jumlah chlorella : rotifer : larva = 2.500.000: 250 : 1 pada awal pemeliharaan atau sebelum 10 hari setelah menetas, atau = 5.000.000 : 500:1 mulai hari ke 10 setelah menetas.
Pakan buatan (artificial feed) diberikan apabila jumlah rotifera tidakmencukupi pada saat larva berumur lebih dari 10 hari .
Sedangkan penambahan Naupli artemia tidak mutlak diberikan tergantung dari kesediaan makanan alami yang ada.
Perbandingan yang baik antara pakan alami dan pakan buatan bagi larvabandeng 1 : 1 dalam satuan jumlah partikel. Pakan buatan yangdiberikan sebaiknya berukuran sesuai dengan bukaan mulut larva padatiap tingkat umur dan mengandung protein sekitar 52%. Berupa. Pakanbuatan komersial yang biasa diberikan untuk larva udang dapatdigunakan sebagai pakan larva bandeng. Masa pemeliharaan berlangsung 21-25 hari saat larva sudah berubah menjadi nener.

BUDIDAYA BANDENG







I. Pendahuluan.
Ikan bandeng merupakan adalah satu jenis ikan penghasil protein hewani yang tinggi. Usaha intensifikasi budidaya perlu dilakukan karena rendahnya produktivitas bandeng dengan budidaya tradisional. Peningkatan sistem budidaya juga harus diikuti dengan penggunaan teknologi baru.
PT. NATURAL NUSANTARA memberikan teknologi yang diperlukan dengan prinsip K-3 (Kuantitas, Kualitas dan Kesehatan).

II. Sifat Biologis.
Bandeng termasuk golongan ikan herbivora , yaitu bangsa ikan yang mengkonsumsi tumbuhan. Mampu mencapai berat rata-rata 0,6 kg pada usia 5 - 6 bulan dengan pemeliharaan yang intensif.

III. Penyediaan Benih.
Usaha penyediaan benih (nener) secara kontinyu dengan mutu yang baik dilakukan dengan sistem pembenihan yang intensif pada kolam-kolam khusus, yaitu kolam pematangan induk, pemijahan, peneneran dan kolam pembsaran. Dalam pembenihan bandeng langkah yang dilakukan adalah :
1. Pemilihan induk yang unggul . Induk yang unggul akan menurunkan sifat-sifatnya kepada keturunannya, Ciri-cirinya :
- bentuk normal, perbandingan panjang dan berat ideal.
- ukuran kepala relatif kecil, diantara satu peranakan pertumbuhannya paling cepat.
- susunan sisik teratur, licin, mengkilat, tidak ada luka.
- gerakan lincah dan normal.
- umur antara 4 5 tahun.

2. Merangsang pemijahan. Kematangan gonad dapat dipercepat dengan penggunaan hormone LHRH (Letuizing Hormon Releasing Hormon) melalui suntikan.`

3. Memijahkan. Pemijahan adalah pencampuran induk jantan dan berina yang telah matang sel sperma dan sel telurnya agar terjadi pengeluaran (ejakulasi) kedua sel tersebut. Setelah berada di air, sel sperma akan membuahi sel telur karena sistem pembuahan ikan terjadi diluar tubuh. Pemijahan dilakukan pada kolam khusus pemijahan

4. Penetasan. Telur yang mengapung di kolam pemijahan menetas setelah 24 - 26 jam dari awal pemijahan. Telur yang telah menetas akan menjadi larva yang masih mempunyai cadangan makanan dari kuning telur induk, sehingga belum perlu diberi pakan hingga umur 2 hari.

5. Merawat benih. Setelah berumur 9 hari larva dipindahkan ke kolam pemeliharaan nener . Di kolam ini larva diberi pakan alami berupa plankton. Penumbuhan plankton dilakukan dengan pemupukan dan pengapuran. Pemupukan yang tepat adalah dengan pupuk TON (TAMBAK ORGANIK NUSANTARA) yang mengandung berbagai unsur mineral penting untuk pertumbuhan plankton, diantaranya N,P,K,Mg, Ca, Mg, S, Cl dan lain-lain, juga dilengkapi dengan asam humat dan vulvat yang mempu memperbaiki tekstur dan meningkatkan kesuburan tanah dasar kolam dengan dosis 5 botol TON/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 pada tiap pemasukan air. Waktu peneneran 8 minggu. Pakan yang diberikan berupa tepung dengan kadar protein 30%. Untuk menambah nutrisi pakan pencampuiran pakan dengan NASA dengan dosis 2 - 5 /kg pakan sangat diperlukan, karena NASA mengandung unsur-unsur mineral penting yaitu N,P,K,Mg,Fe,Ca,S dan lain-lain, vitamin, protein dan lemak untuk meningkatkan pertumbuhan dan kesehatan nener.

IV. Pembesaran.
Setelah dipelihara di kolam peneneran selama 8 minggu, bandeng dipindahkan ke kolam pembesaran. Teknis pembesaran bandeng meliputi beberapa hal, yaitu :
1. Persiapan lahan.
Tahap ini dilakukan sebelum pemasukan air. kegiatan yang dilakukan selama persiapan lahan adalah :
- Pencangkulan dan pembalikan tanah. Bertujuan untuk membebaskan senyawa dan gas beracun sisa budidaya hasil dekomposisi bahan organik baik dari pakan maupun dari kotoran. Selain itu dengan menjadi gemburnya tanah, aerasi akan berjalan dengan baik sehingga kesuburan lahan akan meningkat.
- Pengapuran. Selama budidaya, ikan memerlukan kondisi keasaman yang stabil yaitu pada pH 7 - 8. Untuk mengembalikan keasaman tanah pada kondisi tersebut, dilakukan pengapuran karena penimbunan dan pembusukan bahan organik selama budidaya sebelumnya menurunkan pH tanah. Pengapuran juga menyebabkan bakteri dan jamur pembawa penyakit mati karena sulit dapat hidup pada pH tersebut. Pengapuran dengan kapur tohor, dolomit atau zeolit dengan dosis 1 TON /ha atau 10 kg/100 m2.
- Pemupukan. Fungsi utama pemupukan adalah memberikan unsur hara yang diperlukan bagi pertumbuhan pakan alami, memperbaiki struktur tanah dan menghambat peresapan air pada tanah-tanah yang tidak kedap air (porous). Penggunaan TON untuk pemupukan tanah dasar kolam sangat tepat, karena TON yang mengandung unsur-unsur mineral penting, dan asam-asam organik utama memberikan bahan-bahan yang diperlukan untuk peningkatan kesuburan lahan dan pertumbuhan plankton. Dosis pemupukan TON adalah 5 botol/ha atau 25 gr/100 m2.
- Pengelolaan air. setelah dilakukan pemupukan dengan TON, air dimasukkan hingga setinggi 10 - 20 cm kemudian dibiarkan beberapa hari, untuk menumbuhkan bibit-bibit plankton. Air dimasukkan hingga setinggi 80 cm atau menyesuaikan dengan kedalaman kolam.

2. Pemindahan nener. Setelah plankton tumbuh (warna air hijau) dan kecerahan sedalam 30 - 40 cm, nener di kolam peneneran dipindahkan ke kolam pembesaran dengan hati-hati dengan adaptasi terhadap lingkungan yang baru.

3. Pemberian Pakan. Sesuai dengan sifat bandeng yang termasuk hewan herbivore, maka ikan ini suka memakan tumbuh-tumbuhan yang ada di kolam. Tumbuhan yang disukai bandeng adalah lumut, ganggang dan klekap. Untuk mempercepat pertumbuhan, perlu pakan buatan pabrik, dengan standar nutrisi yang dibutuhkan untuk tumbuh optimal dengan kadar protein .minimal 25 - 28 %.

Sebagai hewan herbivora, unsur tumbuhan dalam pakan memang sangat penting,. Oleh karena itu, sebaiknya bahan baku unsur protein harus didominasi dari sumber tumbuhan atau nabati dari tepung kedelai atau bungkil kacang tanah. Sebagai acuan pemberian pakan adalah : Jumlah pakan 5 - 7% dari berat badan. Waktu pemberian 3 - 5 kali sehari.

Penambahan NASA pada pakan buatan merupakan pilihan yang tepat untuk meningkatkan pertumbuhan dan ketahanan tubuh bandeng. NASA mengandung mineral-mineral penting, protein, lemak dan vitamin akan menambah kandungan nutrisi pakan. Dosis pencampuran NASA dengan pakan buatan adalah 2 - 5 cc/kg pakan dengan cara :
1. Timbang pakan sesuai dengan kebutuhan bandeng.
2. Basahi pakan dengan sedikit air agar pencampuran dengan NASA dapat merata.
3. Campurkan NASA sesuai jumlah pakan yang diberikan dengan dosis 2 - 5 cc/kg pakan.
4. Pakan siap untuk diberikan.
Pemberian pakan dengan menyebarkan secara merata pada seluruh areal kolam, agar seluruh bandeng dapat pakan.

V. Pengendalian hama dan Penyakit.
Penyakit penting yang sering menyerang bandeng adalah :
1. Pembusukan sirip, disebabkan oleh bakteri. Gejalanya sirip membusuk dari bagian tepi.
2. Vibriosis. Disebabkan oleh bakteri Vibriosis sp , gejalanya nafsu makan turun, pembusukan sirip, dan bagian perut bengkak oleh cairan.
3. Penyakit oleh Protozoa. Gejalanya nafsu makan hilang, mata buta, sisik terkelupas, insang rusak, banyak berlendir.
4. Penyakit oleh cacing renik. Sering disebabkan oleh cacing Diploctanum yang menyerang bagian insang sehingga menjadi pucat dan berlendir.
Penyakit dari bakteri, parasit dan jamur disebabkan lingkungan yang buruk, dan penurunan daya tahan tubuh ikan. Penurunan kualitas lingkungan disebabkan oleh tingginya timbunan bahan organik dan pencemaran lingkungan dari aliran sungai.. Bahan organik dan kotoran akan membusuk dan manghasilkan gas-gas yang berbahaya. Ketahanan tubuh ikan ditentukan konsumsi nutrisinya. Maka cara pengendalian penyakit harus menitikberatkan pada kedua faktor tersebut. Untuk mengatasi penurunan kualitas lingkungan dapat dilakukan perlakuan TON dengan dosis 5 botol/ha atau 25 gr (2 sendok makan)/100 m2 yang mengandung unsur mineral dan asam-asam organik penting yang mampu menetralkan berbagai gas berbahaya hasil pembusukan kotoran dalam kolam dan unsur mineral akan menyuburkan plankton sebagai pakan alami. Untuk mencukupi kebutuhan nutrisi dalam jumlah yang ideal, perlu diberikan pakan dengan standar protein yang sesuai serta dengan penambahan/pencampuran NASA pada pakan buatan. NASA dengan kandungan mineral-mineral penting, vitamin, asam organic, protein dan lemak akan menambah dan melengkapi nutrisi pakan, sehingga ketahanan tubuh untuk hidup dan berkembang selalu tercukupi.

sumber : http://teknis-budidaya.blogspot.com/2007/10/budidaya-bandeng.html